Saya mo bercerita tentang Rio, anak laki-laki temenku, yang sekarang usianya genap 5tahun. Banyak kejadian unik dan lucu mengikuti keseharian Rio. Saya dan mas Iwan (ayah Rio) dulu satu profesi, bakerja di perusahaan yang sama selama beberapa tahun. Mas Iwan bertugas sebagai Salas Kanvas, sedangkan saya bertugas sebagai Marketing Area.
Tempat tinggal mas Iwan letaknya tidak jauh dengan perusahaan tempat kami bekerja, berada di pinggir jalan raya yang lalu lintasnya tidak pernah sepi. ketika mengenal mas Iwan, saat itu usia Rio masih beberapa bulan. Sering sekali saya dan temen-teman mampir ke rumah mas Iwan dan becanda dengan Rio, ya itu tadi karena letak rumah mas Iwan deket dengan tempat kami bekerja.
Sosok mas Iwan memang cukup familiar, beliau lebih tua 4tahun diatasku. Tapi sebagai senior, beliau tidak pernah mengganggap kami yang lebih muda ini sebagai yuniornya, tapi lebih sebagai sahabat, rekan kerja dan keluarga. Mas Iwan sosok yang tekun, berani dan pandai bergaul, beliau tidak segan-segan membagi ilmu dan pengalamannya kepada kami-kami yang lebih muda, sehingga kamipun sangat hormat pada mas Iwan dan keluarga.
Dalam hal pekerjaan, mobilitas mas Iwan cukup tinggi, tugas sebagai Sales Kanvas mengharuskan mas Iwan bertugas lebih dari 18hari di lapangan (9hari di minggu pertama dan 9hari di minggu ketiga) kemudian sisanya tugas jarak pendek, aktivitas kantor dan administrasi penjualan. Untuk tugas lapangan yang waktunya lebih dari seminggu, kami biasanya menggunakan kendaraan truk box, sedangkan untuk jarak pendek atau kurang dari seminggu, kami menggunakan mobil box yang lebih kecil (membawa produk garment di box belakang). Sering sekali kami ditugaskan bersama dalam 1 truk box untuk jangka waktu lebih dari seminggu.
Mas Iwan punya tradisi unik sebelum berangkat tugas lapangan. Setelah semua persiapan selesai dan truk box (penuh dengan produk garment yang kami bawa) berangkat dari kantor. Sampai di depan rumah mas Iwan (letaknya dekat dengan kantor), mas Iwan turun sebentar bercanda dengan si kecil Rio, kemudian berpamitan dengan keluarga dan mengecup kening anaknya (Rio) sambil melambaikan tangan. Baru kemudian mas Iwan kembali masuk ke truk box dan kami memulai perjalanan tugas dari kota ke kota.
Selama perjalananpun mas Iwan tetap menjaga komunikasi dengan Istri dan si kecil Rio melalui komunikasi selluler. Canda, tawa dan celoteh Rio membuat mas Iwan tetap bersemangat bertugas di lapangan. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia Rio, tradisi unik dan komunikasi intensif yang dilakukan mas Iwan (baik pada saat bertugas di lapangan maupun pada saat di rumah), menjadikan Rio tumbuh menjadi anak yang pemberani, tidak cengeng dan ramah, mengikuti jejek sang ayah (mas Iwan).
Satu lagi yang unik, Rio sangat menyukai Truk Box, setiap diajak belanja ato jalan-jalan, Rio lebih memilih dibelikan (miniatur) Truk Box dibandingkan mobil-mobilan ato mainan lainnya, dan setiap menunjuk truk box ato kebetulan berpapasan dengan mobil box di jalan, Rio selalu mengucapkan “…ada mobil ayah…” ^_^ hehe… ternyata tradisi pamitan unik ala mas Iwan cukup membekas di hati si kecil Rio (jagoannya mas Iwan).
Rio cayang, belajar yang rajin ya nak, biar besok bisa bikin pabrik truk box, jadi kalo Rio udah gede, om Pangki, bulik, dan dik Dafa diajak jalan-jalan pake truk box-nya Rio yaaaa. Salam Hormat kagem mas Iwan, mbak dan keluarga. nuwun (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia)
Berbagi