“…terkadang ketika kita masih sama-sama berangkat dari nol dan masih sama-sama berproses, kita mungkin tidak begitu memperhatikan dengan seksama dan mungkin juga tidak berusaha mencari tahu makna dibalik ucapan, tindakan, tulisan sahabat kita. kita mungkin menganggap biasa saja. namun seiring berjalannya waktu, ketika sahabat kita mampu membuktikan satu-persatu ucapan, tindakan, tulisan bahkan cita-citanya yang dulu pernah dia utarakan, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya kita baru tersadar bahwa kita juga ada didalam proses itu sendiri. demikian pula pertanyaan-pertanyaan kita dimasa lalu tanpa sadar mungkin sudah terjawab dengan sendirinya. kita diberi kesempatan & kepercayaan untuk mendengar, membaca dan menafsirkan sendiri makna di balik setiap ucapan, tindakan dan perubahan dari sahabat kita, demikian pula sebaliknya. sahabat bisa menjadi sumber inspirasi, teman seiring sejalan, tempat berkeluh kesah, berbagi keceriaan dan kesusahan. bahkan mungkin ada kalanya tanpa kita sadari, ada beberapa hal yang menjadi rujukan kita, entah itu gaya bicara, intonasi, cara berpikir & hal-hal unik dari sahabat kita itu. dan berbahagialah, sahabat kita tidak kemana-mana, sahabat selalu punya tempat di hati, terima kasih sahabat…” ^_^ (pangki_k, klaten, Indonesia, jan’10)

“…bukan hanya keindahan sesaat seperti pijar bunga api menjelang datangnya tahun baru. semoga berkat dan karunia Tuhan kita dimampukan olehNya untuk memberi warna dan keindahan bagi sesama, yang dapat berguna dan mampu dikenang sampai akhir hidupnya. Amin… selamat tahun baru, terus berdoa dan berusaha, semoga Tuhan Meridhoi.Amin…” (Bpk.SH & pangki_k, klaten, Indonesia, jan’10)

“…Saya mo bercerita dikit, mboten nopo-nopo to.hehe… begini ceritanya, saya mulai tinggal di Jogja pertengahan taon 1998, kebetulan saya kost di daerah stasiun Lempuyangan. Untuk menuju ke kampus (berangkat maupun pulang) biasanya saya motoran melewati pertigaan depan UIN SuKa Jogja (IAIN Sunan Kalijaga Jogja), pengalaman saat-saat awal berangkat kuliah motoran di Jogja, sepanjang perjalanan saya melihat bangunan di kanan dan kiri jalan. Hingga sampailah saya di lampu merah pertigaan depan UIN. Sambil menunggu lampu menyala hijau, saya melihat ke sekeliling, tanpa sengaja pandangan saya tertuju pada Surat Al Fatihah yang tertera jelas sekali di sebuah baliho, berulang-ulang saya membacanya sampai lampu lalu lintas menyala hijau, di hari kedua dan hari-hari berikutnya setiap berhenti di pertigaan UIN, saya secara spontan membaca Surat Al Fatihah berulang-ulang. dan Syukur Alhamdulillah selama lebih dari 11 taon tinggal dan beraktivitas di Jogja, setiap melewati pertigaan UIN ada semacam dorongan dan pada akhirnya menjadi kebiasaan membaca Surat Al Fatihah berulang-ulang (apalagi sekarang waktu nyala lampu hijaunya lumayan lama),hehe… Syukur Alhamdulillah…”
(pangki_k, ‘beneran’, klaten, Indonesia, des’09)

“..sahabat punya cara sendiri dalam memberikan support & perhatiannya. yakinlah sahabat panjenengan tidak akan diam melihat panjenengan kesulitan..” (pangki_k, klaten, Indonesia, des09)

“… Demikian nama panggilan ayahku. Beliau seorang (PNS) Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Dinas Pertanian & Peternakan Kabupaten Pati. Kurang lebih 35 tahun beliau mengabdikan diri di bidang pertanian tanaman pangan. Selama itu pula beliau bergaul, bekerja, memberi penyuluhan dan bertukar pikiran dengan Bpk/Ibu/Sdr/i petani, bukan semata-mata pekerjaan tapi sudah menjadi jalan hidup keluarga kami. Dan menjelang masa pensiun ayah (pertengahan Februari 2010), segala sesuatunya sudah dipersiapkan ayah, bulan September 2009 ayah menyewa dan menggarap sebidang tanah sawah di belakang rumah (keluarga kami tidak memiliki sawah). Menurut ayah, masa pensiun bukan saatnya untuk bersantai-santai dan berpangku tangan, justru saat itulah saat yang tepat untuk memulai hal yang baru dengan penuh semangat. Tak ada kata terindah selain, ‘kami sayang padamu ayah’, teriring doa dari kami anak-anakmu, semoga ayah selalu diberikan kesehatan untuk terus berkarya dan berkreativitas. Kami bangga padamu ayah, bravo kreativitas…” (pangki_k, klaten, jateng, Indonesia, des09)

“…jika dalam satu team ada person yang menurun kinerjanya, tidak berlebihan jika saya lebih memilih memposisikan diri di bawah yang bersangkutan, agar yang bersangkutan tidak merasa sendirian dan motivasinya tetap terjaga. soal resiko/konskwnsi yang nantinya saya terima, cukup saya saja yang menanggungnya. yang terpenting team tetap solid, baik secara mental maupun target…” ^_^ …bravo team… (pangki_k, delanggu, klaten, Indonesia, des09)

“…pagi…yang cerah…udara begitu segar…buka komputer dulu ah…baca tulisan temen-temen…pake kacamata beningku dulu…kok isi tulisannya gini to,aneh…takganti kacamata abu-abu aja…lho kok malah jadi tambah aneh…semuanya tampak suram dan aneh…apa pake kacamata hitam aja kali yaaa…nah lho, tulisannya kok jadi gelap dan aneh… lebih baik gak usah pake kacamata aja ah, pusing…wah terang benderang dan tulisannya lebih jelas dipahami…ternyata lebih baik berpikiran positif daripada harus membeli kacamata baru…betapa indahnya persahabatan tanpa pikiran negatif dan prasangka…semuanya tampak terang benderang bisa dimengerti….menembus batas ruang dan waktu…santun bertutur dan bercerita…dalam jendela persahabatan…selamat pagi sahabat…cayoo kreativitas…salam hormat…dan doa…Amin…” ^_^ (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia)

Saya mo bercerita tentang Rio, anak laki-laki temenku, yang sekarang usianya genap 5tahun. Banyak kejadian unik dan lucu mengikuti keseharian Rio. Saya dan mas Iwan (ayah Rio) dulu satu profesi, bakerja di perusahaan yang sama selama beberapa tahun. Mas Iwan bertugas sebagai Salas Kanvas, sedangkan saya bertugas sebagai Marketing Area.
Tempat tinggal mas Iwan letaknya tidak jauh dengan perusahaan tempat kami bekerja, berada di pinggir jalan raya yang lalu lintasnya tidak pernah sepi. ketika mengenal mas Iwan, saat itu usia Rio masih beberapa bulan. Sering sekali saya dan temen-teman mampir ke rumah mas Iwan dan becanda dengan Rio, ya itu tadi karena letak rumah mas Iwan deket dengan tempat kami bekerja.

Sosok mas Iwan memang cukup familiar, beliau lebih tua 4tahun diatasku. Tapi sebagai senior, beliau tidak pernah mengganggap kami yang lebih muda ini sebagai yuniornya, tapi lebih sebagai sahabat, rekan kerja dan keluarga. Mas Iwan sosok yang tekun, berani dan pandai bergaul, beliau tidak segan-segan membagi ilmu dan pengalamannya kepada kami-kami yang lebih muda, sehingga kamipun sangat hormat pada mas Iwan dan keluarga.

Dalam hal pekerjaan, mobilitas mas Iwan cukup tinggi, tugas sebagai Sales Kanvas mengharuskan mas Iwan bertugas lebih dari 18hari di lapangan (9hari di minggu pertama dan 9hari di minggu ketiga) kemudian sisanya tugas jarak pendek, aktivitas kantor dan administrasi penjualan. Untuk tugas lapangan yang waktunya lebih dari seminggu, kami biasanya menggunakan kendaraan truk box, sedangkan untuk jarak pendek atau kurang dari seminggu, kami menggunakan mobil box yang lebih kecil (membawa produk garment di box belakang). Sering sekali kami ditugaskan bersama dalam 1 truk box untuk jangka waktu lebih dari seminggu.

Mas Iwan punya tradisi unik sebelum berangkat tugas lapangan. Setelah semua persiapan selesai dan truk box (penuh dengan produk garment yang kami bawa) berangkat dari kantor. Sampai di depan rumah mas Iwan (letaknya dekat dengan kantor), mas Iwan turun sebentar bercanda dengan si kecil Rio, kemudian berpamitan dengan keluarga dan mengecup kening anaknya (Rio) sambil melambaikan tangan. Baru kemudian mas Iwan kembali masuk ke truk box dan kami memulai perjalanan tugas dari kota ke kota.

Selama perjalananpun mas Iwan tetap menjaga komunikasi dengan Istri dan si kecil Rio melalui komunikasi selluler. Canda, tawa dan celoteh Rio membuat mas Iwan tetap bersemangat bertugas di lapangan. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia Rio, tradisi unik dan komunikasi intensif yang dilakukan mas Iwan (baik pada saat bertugas di lapangan maupun pada saat di rumah), menjadikan Rio tumbuh menjadi anak yang pemberani, tidak cengeng dan ramah, mengikuti jejek sang ayah (mas Iwan).

Satu lagi yang unik, Rio sangat menyukai Truk Box, setiap diajak belanja ato jalan-jalan, Rio lebih memilih dibelikan (miniatur) Truk Box dibandingkan mobil-mobilan ato mainan lainnya, dan setiap menunjuk truk box ato kebetulan berpapasan dengan mobil box di jalan, Rio selalu mengucapkan “…ada mobil ayah…” ^_^ hehe… ternyata tradisi pamitan unik ala mas Iwan cukup membekas di hati si kecil Rio (jagoannya mas Iwan).

Rio cayang, belajar yang rajin ya nak, biar besok bisa bikin pabrik truk box, jadi kalo Rio udah gede, om Pangki, bulik, dan dik Dafa diajak jalan-jalan pake truk box-nya Rio yaaaa. Salam Hormat kagem mas Iwan, mbak dan keluarga. nuwun (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia)

bau apa yaa…
dari tadi kok ada bau aneh ^_^
wangi-wangi gimana gitu,hehe…
jebulnya bau kaos kaki-ku to ^_^
dah 3minggu lupa nyuci,hehe…
tapi lumayan bisa multi fungsi ^_^
kaos kaki merangkap obat nyamuk,hehe…
kaos kaki kesayangan je,hehe.. pisss ah… ^_^

(pangki_k, Djogjakarta, Indonesia)

“Betapa menyenangkannya bekerja sesuai bidang kita”, itu yang saya pikirkan semasa kuliah dulu. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Selepas kuliah saya bekerja sebagai marketing produk garment (t-shirt), dan saya bersyukur bidang pekerjaan yang saya geluti sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari, manajemen pemasaran.

Tapi kemudian tidak serta merta seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Pada saat saya serius menggeluti bidang pekerjaan saya, di saat yang bersamaan juga dituntut kemampuan dan kecepatan menggeluti bidang lain yang menjadi satu kesatuan dengan bidang pekerjaan yang saya geluti, karena di dalamnya menyangkut images produk dan profit produk yang saya tawarkan (jual).

Agar lebih jelas, seperti ini gambarannya: sebagai marketing produk garment (t-sirt), saya dan teman-teman harus cepat menyampaikan keunggulan dan kelebihan produk yang kami jual ke konsumen (usaha ato perorangan), tanpa mengabaikan kelemahan produk yang kami bawa. Sehingga terjadi penawaran dan permintaan yang berujung pada profitabilitas perusahaan serta kesinambungan hubungan kemitraan dengan konsumen. Nah pada saat yang bersamaan, marketing juga harus siap menerima kritik dan saran dari konsumen tentang kelemahan dan kekurangan produk kami (misal: desainnya, warna kaos dan sablonnya atau display counter kita di mall-mal ato pertokoan), belom lagi dengan tagihan penjualan di sejumlah toko ato counter.

Mau tidak mau, suka ato tidak suka marketing harus mampu cepat belajar: desain grafis, komposisi warna, dinamisasi warna, tata letak counter dan desain interior counter. Disini tantangannya, selain mendapat ilmu baru (desain grafis, komposisi & dinamisasi warna, tata letak & desain interior counter serta akuntansi keuangan), kami juga harus mengkomunikasikannya dalam 3 dimensi: 1.intern dalam perusahaan kami (desainer kaos, sales, dan pimpinan), kemudian 2.ekstern (pemilik usaha, konsumen, produk kompetitor) dan yang ke 3.kemampuan pribadi marketing itu sendiri dalam mengkomunikasikan keinginan kedua belah pihak.

Syukur Alhamdulillah, tantangan pekerjaan itu membuat saya memahami hal-hal baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dalam bekerja, masing-masing pribadi harus kompak satu dengan yang lain, baik secara individu maupun di dalam team. Selain itu marketing juga harus mampu mamahami keinginan konsumen, agar terjalin sinergi yang dinamis dan berkelanjutan. Pada saat terjun di bidang produk perbankan seperti sekarang ini, banyak ilmu yang saya peroleh dari pengalaman bekerja menjadi merketing & sales produk garmen (t-shirt) pada saat itu.

Tidak ada kata yang terindah selain bersyukur dan bersyukur, mendapatkan pendidikan dan ilmu dari banyak orang disekeliling, Insyaallah bermanfaat. salam (pangki_k, Djogjakarta, Indonesia)

Next Page »