“..dengan menulis, kita akan terbiasa dengan bahasa tulis dan di saat tertentu bisa menyunting tulisan-tulisan kita kembali. sehingga kita bisa menata jalan pikiran yang berantakan menjadi lebih rapi, mengurangi dan menambah beberapa hal, sehingga bisa mendapatkan hubungan sebab akibat yang logis dan sistematis.. menulis juga dapat melatih kecerdasan emosi. emosi bisa terguyur saat kita menuangkannya di atas kertas. setelah emosi reda dan kita baca kembali tulisan yang merupakan ledakan emosi tersebut, kita akan bisa berpikir jernih & melakukan muhasabah diri. apa sesungguhnya permasalahannya dan bagaimana jalan keluarnya (sumber: how to be a smart writer, by afifah afra, di publish elka ferani)..” ^_^ (pangki_k, jogja, des’10)
membaca
“..dengan membaca, orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman para ulama.. (Dr Aidh al-Qarni, dalam la tahzan)..” ^_^ (pangki_k, jogja, des’10)
meliputi
>> otak kiri meliputi: analistis, logis, tepat, repetitif, teratur, detail, ilmiah, berdikari, harfiah & runtut ^_^
>> otak kanan meliputi: kreatif, imaginatif, umum, intuitif, konseptual, gambaran dasar, heuristik, empati, figuratif & luar biasa ^_^
**diolah dari berbagai sumber.. (pangki_k, jogja, des’10)
jika
“..jika kita menilai orang atau sahabat, janganlah meminta pendapat akal, karena akal pasti akan menunjukkan sisi kekurangannya.. tanyalah pada hati kecil kita, jika hati merespon positif, tugas akal untuk mencari pembenarannya (anonim)..” ^_^ (pangki_k, jogja, des’10)
sahabat
“..sahabat tidak selalu setuju dengan apa yg kita lakukan. juga tidak selalu sependapat dan tidak pula harus selalu sejalan dengan pikiran kita. tapi ada kalanya dia seperti obat, pahit tapi mampu mengusir penyakit yang mungkin hinggap di tubuh sahabatnya. dia berani mengkritik dengan bijak setiap kesalahan kita. ketika keberhasilan datang, teman-teman mengenal kita, ketika kegagalan datang, kita mengenal teman-teman kita dan sahabat tetap ada di tempatnya semula(Anonim)..” ^_^ (pangki_k, jogja, juli’09)
wajar
wajar….kalo kita masih sering keliru menafsirkan kata, karena kita dibatasi oleh ruang dan waktu
wajar….kalo kita terkadang masih sering salah paham, karena bahasa yang kita gunakan adalah bahasa tulisan
wajar….kalo saya terkesan sombong & angkuh, karena intonasi & maksud penulisan kadang terselip di balik kata
wajar….kalo saya menuangkan cerita & gagasan dalam bentuk tulisan, berbagi cerita, karena saya percaya anda adalah sahabat yang baik
wajar…kalo seorang sahabat lebih mudah untuk mengerti & memaafkan satu sama lain, karena itulah hakikat persahabatan yang sesungguhnya
wajar…dan gak berlebihan kalo saya juga punya keinginan untuk membahagiakan orang-orang yang telah banyak berjasa dalam hidup saya, dari saya kecil ampe sekarang, terima kasih atas; doa, semangat, bantuan moril maupun materiil, dan kenapa saya menulisnya, agar saya selalu ingat, itu saja
dan semoga menjadi wajar kalo tulisan ini saya akhiri sampai disini ^_^
(pangki_k, jogja, mei’10)
rambutan & durian
“..setiap makan buah ini saya pasti selalu teringat pengalaman masa kecil kami (saya & kakak). Bapak kami cukup jeli melihat kesukaan anak-anaknya, pada masa balita & saat sekolah dasar, sama seperti anak-anak seusia kami pada umumnya, sangat menyukai buah-buahan ini, baik pada saat dibelikan kedua orang tua kami, dikasih saudara, teman atau hidangan buah pada saat berkunjung ke sanak saudara & temen-temen kedua orang tua kami, kami berdua selalu lahap menyantap kedua buah ini. hingga satu ketika bapak punya cara jitu agar kami berdua tidak ketagihan buah-buahan ini. bapak seorang PNS, pada saat gajian awal bulan, beliau membelikan kami buah rambutan & durian secara bergantian selama dua minggu lebih,hehe.. bisa dibayangkan gaji seorang PNS waktu itu (th 80an) habis dalam waktu kurang dari 20hari untuk membelikan buah-buahan anaknya,hehe…maksud bapak membelikan buah-buahan tersebut agar kami berdua(saya&kakak) tidak menjadi ketagihan buah-buahan tersebut, selain itu juga agar kami berdua tidak tumbuh menjadi anak yang menggunakan aji mumpung, maksudnya ketika diajak ke tempat saudara atau teman dan kebetulan disuguhi rambutan & durian tidak asal sikat & mumpung ada, bapak mengajari kami untuk pandai mengontrol keinginan, tetap menjaga sopan santun meskipun sangat ingin makan rambutan & durian. bahasa jawanya(pati); ‘ora kemurisan’ (tidak asal serobot/pandai menjaga diri), meskipun di depan mata disuguhi buah-buahan tersebut. ternyata strategi bapak berhasil. selama 2 minggu lebih kami makan rambutan & durian tiap hari terus-menerus, lama-kelamaan ada rasa jenuh juga & kemudian menjadi biasa aja ketika ditawari rambutan & durian, hingga sampai sekarang.hehe.. pelajaran positif yang kami ambil dari strategi bapak ini antara lain; ‘pengendalian diri dan tetap mawas diri dengan kemampuan yang ada (pandai bersyukur dengan apa yang ada) tanpa mengabaikan potensi, keinginan & peluang yang ada di depan mata’. matur nuwun sanget bapak, we luve u full,hehe..” ^_^ (pangki_k, jogja, mar’10)
proses
“…terkadang ketika kita masih sama-sama berangkat dari nol dan masih sama-sama berproses, kita mungkin tidak begitu memperhatikan dengan seksama dan mungkin juga tidak berusaha mencari tahu makna dibalik ucapan, tindakan, tulisan sahabat kita. kita mungkin menganggap biasa saja. namun seiring berjalannya waktu, ketika sahabat kita mampu membuktikan satu-persatu ucapan, tindakan, tulisan bahkan cita-citanya yang dulu pernah dia utarakan, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya kita baru tersadar bahwa kita juga ada didalam proses itu sendiri. demikian pula pertanyaan-pertanyaan kita dimasa lalu tanpa sadar mungkin sudah terjawab dengan sendirinya. kita diberi kesempatan & kepercayaan untuk mendengar, membaca dan menafsirkan sendiri makna di balik setiap ucapan, tindakan dan perubahan dari sahabat kita, demikian pula sebaliknya. sahabat bisa menjadi sumber inspirasi, teman seiring sejalan, tempat berkeluh kesah, berbagi keceriaan dan kesusahan. bahkan mungkin ada kalanya tanpa kita sadari, ada beberapa hal yang menjadi rujukan kita, entah itu gaya bicara, intonasi, cara berpikir & hal-hal unik dari sahabat kita itu. dan berbahagialah, sahabat kita tidak kemana-mana, sahabat selalu punya tempat di hati, terima kasih sahabat…” ^_^ (pangki_k, klaten, Indonesia, jan’10)
pesan dari sahabat
“…bukan hanya keindahan sesaat seperti pijar bunga api menjelang datangnya tahun baru. semoga berkat dan karunia Tuhan kita dimampukan olehNya untuk memberi warna dan keindahan bagi sesama, yang dapat berguna dan mampu dikenang sampai akhir hidupnya. Amin… selamat tahun baru, terus berdoa dan berusaha, semoga Tuhan Meridhoi.Amin…” (Bpk.SH & pangki_k, klaten, Indonesia, jan’10)
Pembukaan
“…Saya mo bercerita dikit, mboten nopo-nopo to.hehe… begini ceritanya, saya mulai tinggal di Jogja pertengahan taon 1998, kebetulan saya kost di daerah stasiun Lempuyangan. Untuk menuju ke kampus (berangkat maupun pulang) biasanya saya motoran melewati pertigaan depan UIN SuKa Jogja (IAIN Sunan Kalijaga Jogja), pengalaman saat-saat awal berangkat kuliah motoran di Jogja, sepanjang perjalanan saya melihat bangunan di kanan dan kiri jalan. Hingga sampailah saya di lampu merah pertigaan depan UIN. Sambil menunggu lampu menyala hijau, saya melihat ke sekeliling, tanpa sengaja pandangan saya tertuju pada Surat Al Fatihah yang tertera jelas sekali di sebuah baliho, berulang-ulang saya membacanya sampai lampu lalu lintas menyala hijau, di hari kedua dan hari-hari berikutnya setiap berhenti di pertigaan UIN, saya secara spontan membaca Surat Al Fatihah berulang-ulang. dan Syukur Alhamdulillah selama lebih dari 11 taon tinggal dan beraktivitas di Jogja, setiap melewati pertigaan UIN ada semacam dorongan dan pada akhirnya menjadi kebiasaan membaca Surat Al Fatihah berulang-ulang (apalagi sekarang waktu nyala lampu hijaunya lumayan lama),hehe… Syukur Alhamdulillah…”
(pangki_k, ‘beneran’, klaten, Indonesia, des’09)